RSS Feed

Persiapan Lamaran

Posted on

Acara lamaranku sebenarnya sudah terlaksana awal bulan kemarin, tapi baru sempet kuceritakan. Maklum, bikin blognya juga barusan hehehe….

Dalam bayanganku sih acara lamarannya sederhana saja, hanya keluargaku dan keluarga Masku, belum melibatkan keluarga besar maksudnya. Terus acaranya sederhana saja, ga perlu mewah-mewah dan ga perlu ribet-ribet, maunya yang simpel-simpel saja🙂

Ternyataa…. walaupun begitu tetep aja sibuk juga persiapannya, terutama ortuku hehe… (makasih banyak yah buat Bapak & Ibu, I love you full :)) Beberapa hari berturut-turut belanja mulai untuk keperluan konsumsi de-el-el. Aku sih ga sibuk, cuma nemenin mereka belanja H-sekian setelah aku libur, dan hunting kebaya buat dipake pas acara.

Oya, mengenai kebaya, aku dapatnya di Thamrin City Lantai Dasar, nama tokonya lupa hehe… pokoknya sih cari aja di Thamrin City, banyak kok yang jual kebaya baik itu kebaya encim, kebaya bordiran, maupun kebaya yang sudah dipayet. Kebaya yang aku pilih warnanya coklat muda, tiga perempat lengan, dan dibordir. Aku suka kebaya itu karena warnanya kalem, bordirannya bagus, kesannya tidak terlalu formal namun terlihat rapi, dan harganya terjangkau pula, sepertinya masih lebih murah dibandingkan jahit sendiri hehe…. Walaupun begitu tetep aja dikomentari si Mas, kurang cerah katanya, mestinya sih pilih yang warna krem katanya. Yee… dapatnya itu gimana donk? Hehehe…. Btw, waktu beli kebaya itu belum kepikiran loh bawahannya mau pakai apa. Tadinya sih sekalian mau beli rok dari kain jarik coklat, tapi nyari di situ sama di Keris juga tidak ada yang menarik hati. Akhirnya cuma beli kebaya deh di Thamrin City. Belakangan aku diingetin Ibuku kalau sebenarnya aku masih punya kain songket warna gold yang kubeli di Makasar, siipplah cocok ternyata dipadu-padankan dengan kebaya yang kubeli. Oya, kain songketnya dijahit dulu loh sama ibuku, biar aku pakainya ga ribet, kayak pakai rok aja. Makasih ya Bu🙂

Untuk rias, aku rada males-malesan ke salon. Pengennya sih biasa aja tapi menuruti saran ibuku akhirnya aku ke salon juga. Salonnya juga pilih yang deket rumah aja. Lucunya Ibu yang mendandani aku ternyata anaknya dilamar juga pada waktu yang hampir bersamaan dengan aku. Hihihi…. jangan-jangan nanti nikahnya barengan lagi😀

Untuk urusan konsumsi, itu mah hak prerogatif Ibuku, terserah menunya mau apa aja, nurut waelah hehe….

Urusan tamu dan acara, itu juga hak prerogatif Bapakku, aku juga nurut aja terserah gimana diaturnya hehe…

Kayaknya sih udah, itu aja persiapannya. Yang punya banyak cerita kayaknya ortuku tuh hehehe….

 

 

About thiethaho

friendly, helpful

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: